Selalu Disayang Tiga Istri Saya

Saya sadari betul bahwa keberadaan wanita di dunia ini lebih banyak dari pada pria. Maka sudah selayaknya kaum pria untuk mendermakan dirinya untuk beberapa wanita. Yang saya maksud mendermakan disini adalah melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan bersama dengan tidak melanggar peraturan-peraturan agama yang telah ditentukan.

Jika seorang lelaki tidak mendermakan dirinya untuk banyak wanita, pasti banyak wanita yang akan tidak kebagian lelaki. Efeknya bisa buruk, mereka bisa terjerumus dalam jurang kenistaan. Banyak wanita-wanita penghibur disana yang mengaku terpaksa karena kesulitan ekonomi. Fenomena itu dapat dipahami bahwa mereka merasa tidak ada figur suami yang dapat membina dan menafkahi mereka. Maka sedari muda saya sudah memiliki niatan untuk beristri lebih dari satu wanita.

Untuk merealisasikan niatan itu, saya harus benar-benar telah memiliki kesiapan dalam segala hal. Kesiapan materiil sangat dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan dan kesiapan moril sangat diperlukan sebagai sarana memperoleh kebahagiaan. Detail-detail persiapan yang lain pun sudah saya persiapkan sejak dahulu.

Saya bekerja keras dan mendirikan beberapa usaha kecil-kecilan semasa masih kuliah. Saat lulus kuliah, usaha-usaha saya itu telah berkembang hingga menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat besar untuk kehidupan saya. Setelah saya merasa mapan dalam hal finansial, saya memutuskan menikah untuk yang pertama kali. keluarga kami pun bahagia.

Saat itu, hal pendukung secara metafisik saya dapatkan dari Abah Sabrang. Beliaulah yang mengikhlaskan salah satu keris koleksi beliau untuk saya mahari. Karena keris itu sangat penting untuk menunjang keberhasilan saya dalam membina rumah tangga dengan beberapa istri. Tuahnya terbukti, istri-istri saya sampai sekarang selalu sayang dan cinta kepada saya. Diantara mereka tidak ada rasa dendam dan saling bermusuhan.

Melanjutkan cerita, saya menikah untuk kali kedua atas perijinan dari istri saya yang pertama. Ia legowo sebagai istri yang berbakti. Begitu juga dengan pernikahan saya yang ketiga, kedua istri dan keluarga dapat menerima keberadaan istri saya yang ketiga sebagai keluarga baru yang sama-sama harus disayangi. Yang ada dalam keluarga kami sekarang adalah saling sayang dan cinta.

 

Syamsul Hadi

Surabaya