Ketahuilah Sejarah Keris Nogo Siluman, Keris milik Pangeran Diponegoro

Ketahuilah Sejarah Keris Nogo Siluman, Keris milik Pangeran Diponegoro – Beberapa orang di Indonesia, sudah sejak dulu sering menganggap keris itu sebagai benda semi-ghaib. Mengapa demikian? Karena beberapa orang percaya bahwa keris-keris ini mempunyai penghuni atau penunggunya sendiri, sehingga banyak juga orang yang mendewakan keris bahkan sampai memuja-muja dan meminta permohonan kepada keris tersebut.

Tak ayal, pada zaman dahulu banyak orang yang dengan sengaja memandikan kerisnya dengan bunga 7 rupa sambil diberi doa-doa. Namun, saat ini sudah banyak orang yang pikirannya lebih berfokus untuk menjadikan keris sebagai barang antik yang digunakan hanya untuk koleksi dan pajangan, bukan untuk disembah.

Banyak orang dengan sengaja pergi ke pelosok-pelosok negeri hanya untuk mencari keris-keris peninggalan zaman dahulu untuk mereka beli sebagai bahan koleksi. Namun tahukah Anda mengenai sejarah Keris Nogo Siluman? Keris milik Pangeran Diponegoro ini memiliki sejarah yang unik, bahkan sejarahnya sampai melibatkan 2 belah negara. Bagaimana sih kisahnya? Inilah dia ulasan penjelasannya.

Keris yang merupakan peninggalan dari Pangeran Diponegoro ini yang dikenal juga sebagai  Keris Naga Siluman Jawa ini sudah resmi dikembalikan ke Indonesia untuk disimpan sebagai koleksi di Museum Nasional. Keris ini dikembalikan pada bulan Maret 2020 kemarin, oleh Raja willem Alexander yaitu raja yang sedang menjabat sebagai raja Belanda ini. Keris ini pada awalnya sudah tersimpan lama di Museum Volkenkunde Leiden, Belanda. 

Mengapa keris ini bisa sampai tersimpan lama di museum Belanda? Pada awalnya, dalam peristiwa penangkapannya Pangeran Diponegoro pada saat perundingan dengan penjajah Belanda di Magelang, salah seorang penjajah Belanda ini merasa sangat terkesima dengan keindahan dari Keris Nogo Siluman ini.

Dari terpesonanya para penjajah ini, mereka dengan sengaja melucuti keris itu kemudian mereka mengirimkan Keris Nogo Siluman itu ke Raja Willem I. Mereka mengirim keris itu dalam rangka memberikan hadiah atas keberhasilanya menghentikan perang Jawa. Kemudian, raja Belanda ini menyimpan Keris Nogo Siluman di museum khusus untuk menyimpan barang langka, yaitu di musem Koninklijk Kabinet van Zeldsaamheden di The Hague, Belanda Selatan.

Itulah sejarah Keris Nogo Siluman yang sempat diberitakan hilang itu, padahal bukan hilang, tetapi disimpan di museum Belanda. Bericara mengenai nama kerisnya itu sendiri, bisa dibilang sarat akan makna. Nama ‘’Siluman’’ sendiri berkaitan dengan bakat yang luar biasa, seperti kemampuan-kemampuan untuk menyihir bahkan menghilang dan lain sebagainya. 

Kemudian, bila diterjemahkan secara keseluruhan arti dari nama Keris Nogo Siluman ini bisa diterjemahkan sebagai raja ular penyihir, begitulah ungkapan menurut Raden Saleh. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa penamaan siluman pada keris itu karena Pangeran Diponegoro sempat bersemedi di Gua Siluman ketika ia sedag berkelana pada tahun 1805. 

Pada saat dia bersemedi, dia didatangi oleh Putri Genowati yang dipercaya sebagai salah satu wakil dari Nyi Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan. Sehingga, beberapa orang beranggapan dan percaya bahwa keris terseut mempunyai ‘’pengisi’’ yang mampu menghubungkan dunia manusia dengan dunia yang dipenuhi oleh makhluk-makhluk ghaib. 

Bahkan dalam salah satu kisah sejarah Keris Nogo Siluman, disebutkan bahwa keris ini pernah dilempar ke laut kidul, sehingga lautan tersembur seperti membukakan pintu ke dunia tempat Ratu Kidul itu berada. Bahkan sang Ratu Kidul pernah menawarkan beberapa pasukan ghaib untuk mengusir para penjajah Belanda. Tetapi, Pangeran Diponegoro menjawab bahwa ia tidak memerlukan bantuan dari makhluk ghaib untuk urusan duniawinya. 

Berbicara kembali mengenai keberadaan keris Nogo Siluman di museum Belanda, seorang maestro seni lukis Indonesia yaitu Raden Saleh mengungkapkan bahwa ia pernah satu kali berkesempatan untuk menyentuh keris milik Pangeran Diponegoro itu. Ia bisa menyentuh keris itu ketika ia sedang berkunjung ke Belanda.

Raden Saleh mengungkapkan, ia bisa merasakan aura dari kesaktian keris itu ketika ia memegangnya. Seketika ia langsung merasa ada aura supranatural yang muncul dari keris Nogo Siluman itu, karena pada saat memegang keris itu, hati Raden Saleh langsung merasakn suatu gejolak batin yang besar sampai hatinya pun terasa bergetar dag-dig-dug bukan main. 

Mungkin beberapa orang belum mengetahui bagaimana penampakan dari Keris Nogo Siluman ini. Dalam sejarah Keris Nogo Siluman, disebutkan bahwa keris itu mempunyai gagang kayu yang memiliki ukiran kepala negasa emas pada bagian bawah gagangnya. Kemudian disambung dengan tubuh naga yang menjalar sampai ujung keris. Selain tubuh naga, pada keris ini juga dihiasi ukiran tanaman sulur yang warnanya senada dengan kepala naga, yaitu emas.

Banyak para pengamat yang mengatakan bahwa kemungkinan pada zaman dahulu tubuh naga juga dihiasi dengan ukiran emas, namun entah bagaimana ceritanya saat ini yang dihiasi ukiran emas itu hanya pada bagian kepala dan ekor naganya saja. Kemudian, sisi kiri dan kanan dari keris itu pun sudah tidak halus lagi. Nah, itulah sedikit ulasan mengenai keris peninggalan dari Pangeran Diponegoro.