Kembalinya Keris Nogo Siluman Diponegoro yang Pernah Hilang

Keris nogo siluman diponegoro adalah salah satu keris sakti yang merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro. Sempat dikabarkan hilang entah kemana, dan kini telah kembali setelah dilakukan penelitian yang cukup panjang.

Kebenarannya, bukan keris itu yang menghilang, melainkan catatan mengenainya yang tidak ditemukan. Sebab kehilangannya adalah kebakaran kerajaan yang waktu itu merupakan tempat keberadaan keris nogo siluman.

Kembalinya Keris Nogo Siluman Diponegoro

Setelah menghilang lebih dari seratus tahun, kini salah satu dari beberapa keris mahsyur di Jawa telah kembali ke Indonesia.
Ini dapat terjadi setelah melalui empat tim penelitian sejak 1984. Menurut penelitian, keris nogo siluman pernah berada di tempat koleksi khusus kerajaan Belanda yang telah bubar.

Sampai akhirnya dua dokumen penting yang berkaitan dengan keris ditemukan keberadaannya. Keberadaan dokumen diperkuat dengan data akademik secara fisik dan kesaksian Raden Saleh.

Penulis sekaligus pelukis yang terkenal pada abad ke-19 ini pernah merasakan kekeramatan dari keris tersebut. Beliau pernah bertemu dengan keris nogo siluman asli sebelum akhirnya raib secara misterius.

Dokumen pertama berupa korespondensi yang menyatakan pembenaran adanya sebuah keris di Belanda. Disebutkan bahwa Cleeners menawarkan sebuah keris kepada raja Belanda yang tertanggal pada 11-25 Januari 1831.

Dokumen kedua berupa sebuah surat perwira perang Diponegoro yang berisi kesaksian adanya penyerahan keris. Dalam tulisan berbahasa Jawa tersebut dijelaskan bahwa Pangeran Diponegoro menyerahkan sebuah keris kepada Clereens.

Bentuk dan Asal Usul Keris Nogo Siluman Diponegoro

Bentuk keris nogo siluman Pangeran Diponegoro sama seperti keris yang ada pada umumnya. Akan tetapi bagian bawah keris ini tampak indah dengan motifnya yang berupa naga.

Dalam catatan Raden Saleh, di keris itu terdapat tubuh naga berhias emas yang waktu itu hanya tersisa di ujung ekor.

Selain sakti, keris nogo siluman juga memiliki keindahan yang tampak pada 21 lekukan di permukaannya. Sang empu sakti yang berasal dari Majapahit membuat keris yang melegenda ini dengan serangkaian ritual yang cukup pelik.

Sehingga tidak heran, bila kegunaan keris nogo siluman lainnya adalah karena memiliki daya mistis yang cukup kuat. Bahkan konon bila dilempar ke laut, akan tersembur pintu penghubung antara dunia manusia dengan dunia gaib.

Dunia gaib di sini adalah dunia dewa-dewi yang merupakan tempatnya Ratu Kidul. Konon, Pangeran Diponegoro selalu menolak bantuan tentara gaib yang ditawarkan oleh Ratu Kidul.

Terlepas dari itu, sebelum sampai ke Diponegoro, keris ini awalnya dinamakan Kyai Omyang. Kerajaan Majapahit menggunakan Kyai Omyang secara turun-temurun hingga sampai ke Kerajaan Demak.

Dari Kerajaan Demak inilah Keris Omyang akhirnya berpindah ke tangan Pangeran Diponegoro dan berganti nama.

Menurut Raden Saleh, nama itu berarti sebagai Raja Ular Penyihir dengan kesaktian luar biasa. Meski tidak lebih masyhur dari Keris Kyai Ageng Bondoyudo, namun diklaim mempunyai kekuatan mistik.

Hingga pada penangkapan Pangeran Diponegoro saat pecahnya Perang Jawa tahun 1825-1830, keris ini menghilang. Bersama itu, semua yang ada pada tubuh dan pakaian Pangeran Diponegoro juga dirampas oleh Belanda.

Tanpa Belanda ketahui bahwa yang diambil adalah ibu dari segala jenis pusaka yang ada di tanah Jawa.

Disebut ibunya segala pusaka karena bermakna sebagai guru supranatural dengan kekuatan yang sangat besar. Namun demikian, kehebatan keris nogo siluman tidak terpancar secara sempurna.

Namun berdasarkan wujudnya sekarang, pusaka tersebut pastinya telah melalui banyak peperangan besar. Semoga dengan kembalinya keris nogo siluman diponegoro, rasa cinta terhadap budaya semakin bertambah.