Banyak Yang Ngantri Cintaku

Tidak ada habisnya cerita-cerita tenang wanita. Begitu juga cerita dan pengalamanku bergaul dengan banyak wanita. Bermacam-macam karakter dan sifat aku temui. Mereka suka diperhatikan, disayang, dirayu, dibuai dengan janji-janji dan mereka juga sangat tertarik dengan kata-kata manis dan hal-hal yang bersifat romantis. Ini adalah kisah-kisahku bergaul dengan beberapa wanita.

Sebut saja namanya Riana. Ia adalah cinta pertamaku waktu SMA dulu. Ia sangat cantik dan pandai. Namun sayang, ia sangat bodoh tidak menerima cintaku sedari dulu. Padahal dahulu aku sangat menginginkan ia menjadi pacarku yang bisa aku perhatikan dan aku sayang-sayang. Cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan.

Awal-awal kuliah, nasib percintaanku sangat rumit dan sedikit menyedihkan. Selalu gadis yang aku cintai didahului oleh orang lain, bahkan pernah juga oleh temanku sendiri. Sebagai mahasiswa, aku tak pernah putus asa dalam hal mendapatkan cinta. Aku terus berusaha. Namun sayang, yang aku dapatkan hanya rangkaian kisah penolakan dengan berbagai macam cara.

Saat itu aku tak habis pikir. Apa sebenarnya yang ada dalam benak wanita untuk sekedar memberikan cintanya. Padahal uang aku punya –meski semua masih dari orang tuaku. Ayah dan ibuku pengusaha kaya-, fisik tidak jelek-jelek amat, aku sehat dan bugar, aku tidak bodoh, romantis, penyayang. Hal itulah yang membuat aku agak mengalami kegalauan. Sebenarnya apa sih yang diinginkan wanita itu? atau bagaimana sih cara untuk mendapatkan cinta seorang wanita? Pikiran itu lama muter-muter dalam otakku.

Sampai aku dipertemukan dengan situs www.jualkeris.com. Di dalamnya ditawarkan berbagai macam keris dan khasiatnya. Pikirku saat itu, kalau lewat usaha fisik tidak bisa, mungkin aku perlu menambahkan usaha metafisik. Aku pun meminta uang pada ibu untuk membeli salah satu keris yang ada di situs itu. Keris Melati Rinonce namanya. Sampai sekarang keris itu masih tersimpan di tempat tinggalku.

Sejak saat itulah mulai ada perubahan pada cerita-cerita cintaku. Jika aku dahulu selalu mengalami penolakan, sekarang berubah, akulah yang memutuskan untuk menolak atau menerima cinta seorang gadis. Cerita cintaku berubah drastis. Kini, banyak gadis yang mengantri untuk mendapatkan cintaku. Aku sempat berpikir, saat sudah lulus kuliah nanti aku akan beristri tidak hanya dua.

 

Bembi Feri Irawan, Medan