Aku Disayang dan Diperhatikan Suami Lagi

Awal cinta kami terjadi semasa kuliah. Kami berdua sama-sama mencinta. Kami menjalani hampir tiga tahun masa pacaran, selanjutnya menikah. Saat pacaran dulu, ia sangat romantis dan perhatian. Ia juga sering membuat kejutan-kejutan yang membuat warna hubungan kami menjadi lebih indah. Ia selalu ingat hari ulang tahunku. Sampai detail-detail tentang kebiasaanku pun ia selalu mengerti dan ingat.

Hal-hal romantis masih sering aku rasakan saat kami menikah. Ia masih suka memberikan kejutan-kejutan yang membuatku merasa disayang dan diperhatikan. Namun sayang, hal-hal menyenangkan saat itu hilang setelah aku hamil dan memiliki momongan. Suamiku berubah tidak romantis dan perhatian lagi padaku.

Setelah anak pertama kami lahir, ia seperti kehilangan rasa ketertarikan dan sayang padaku. Mulai saat itu, ia tak lagi ingat hari ulang tahunku, haling ulang tahun pernikahan dan hari-hari istimewa kami lainnya. Sepulang dari kantor, ia pasti sudah kelelahan dan kebanyakan langsung mandi dan istirahat. Tak ada waktu untuk bercengkrama dengan kami.

Suamiku seakan kehilangan memori tentang masa-masa manis yang dahulu pernah kita lewati bersama. Masa manis dimana kami sering bercanda dan tertawa bersama. Memori tentang aku yang selalu menyediakan kopi untuk menyambut bangunnya di waktu pagi, dan memori-memori berharga lainnya. Karena itu, aku sempat berprasangka jelek pada suamiku. Pernah muncul di benakku, “apakah suamiku punya selingkuhan?” Entahlah aku tidak tahu pastinya mengapa suamiku berubah. berkurang rasa sayang dan perhatiannya pada kami.

Berbagai usaha aku tempuh untuk mengembalikan rasa sayang dan perhatian suamiku. Pernah aku coba setting suasana rumah yang romantis, aku tingkatkan perhatianku dan sayangku padanya, ternyata usahaku tak berhasil juga. Suamiku masih saja seperti itu. sampai aku berpikir untuk menempuh usaha mistik untuk mengembalikan suamiku seperti masa awal pernikahan dulu. Aku memesan sebuah keris yang berkhasiat sesuai dengan yang aku butuhkan. Aku membelinya dari Abah Sabrang, beliau adalah pimpinan Pusat Metafisika Asia. Aku lakukan semua yang disarankan oleh Abah Sabrang.

Memang terbukti, setelah aku memiliki Keris Melati Rinonce, suamiku kembali romantis dan perhatian. Suamiku bertambah sayang padaku dan keluarga. Terimakasih Abah Sabrang yang telah mengikhlaskan kerisnya untuk saya mahari. Terimakasih, karena berkah dan tuah dari keris itu dapat mengembalikan suamiku seperti semula. Sekarang aku dan keluarga sangat bahagia.

 

Hanik Riana, Bojonegoro