Pusat Metafisika Asia

Perumahan Kapling Pengkol

Jl Kayu Tangan 2, No 29

Kec Jepara, Kab Jepara

Jawa Tengah, Indonesia - 59451

 

Staf Administrasi

Call/SMS: 081226888103

metafisika103@gmail.com

PIN BB :79398E99

Whatsapp :081 226 888 103

Yahoo! Messenger

 

 

Konsultan Metafisika

Call/SMS: 081226888106

metafisika106@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

praktik ki sabrang alam di jakarta

 

ki sabrang alam di acara kompas tv

 

Terpilih Untuk yang Kedua Kali

 

Dengan memiliki keris dari Abah Sabrang, pimpinan Pusat Metafisika Asia, pamor wibawa saya lebih meningkat. Saya sebagai bupati menjadi lebih bisa dihormati sehingga dapat mengendalikan pegawai-pegawai di bawah saya secara alami. Secara disadari ataupun tidak, setiap orang yang saya temui akan menaruh hormat kepada saya. Tuahnya juga bisa mencegah terjadinya penghianatan-penghianatan yang akan dilakukan orang-orang kepercayaan saya.


Pada awal terpilihnya saya, banyak penyesuaian yang harus saya lakukan dengan lingkungan yang dahulu saya belum sangat kenal. Saya harus selalu menjaga agar semua bawahan saya merasa nyaman dan tetap menaruh hormat pada saya. Setiap akan memberikan keputusan, saya harus mempertimbangkan secara matang bersama staf-staf ahli saya. Hal tersebut saya lakukan semata-mata agar semua keputusan saya mempunyai kemaslahatan yang besar pada semua anggota masyarakat.


Keris Junjung Drajat yang saya punya juga sangat berpengaruh pada suksesnya berbagai kerjasama yang saya lakukan dengan beberapa pemimpin daerah lain. Kerjasama tersebut bisa terwujud dalam beberapa hal, semisal ekonomi, budaya, sosial dan hal-hal lain yang sekiranya masih bisa dikerjasamakan. Masing-masing kepala daerah begitu mudahnya menerima tawaran ide dari saya hingga berakhir pada tahap kerjasama antar daerah.


Saya sebagai kepala daerah, hanya melakukan hal-hal yang sekiranya diperlukan masyarakat luas. Kepemilikan saya atas sejumlah benda pusaka bukanlah semata-mata untuk kepentingan pribadi saya agar bisa disanjung-sanjung dan dihormati oleh semua orang. Semua pusaka itu hanya merupakan penunjang efektifitas kerja saya sebagai pelayan masyarakat. Jika tidak memakai benda-benda seperti itu, mungkin keputusan-keputusan yang saya lakukan akan begitu mudah diintimidasi dari berbagai golongan. Sehingga keputusan saya bukan atas dasar kepentingan masyarakat, namun atas dasar kepentingan golongan. Saya hanya ingin menghindari hal tersebut.


Akhirnya langkah yang saya ambil itu pun terbukti efektif. Semuanya dapat saya kendalikan. Semua element masyarakat dapat terkontrol dengan baik. Akibat dari kinerja saya pada masa jabatan yang pertama, saya sekarang terpilih kembali. saya kembali diamanati masyarakat untuk muncul sebagai pemimpin daerah. Saya ucapkan terimakasih pada setiap bimbingan dan bantuan yang telah diberikan.

 

*kami mohon ma’af, sumber tidak bersedia untuk dipublikasikan identitasnya. (PMA)