Pusat Metafisika Asia

Perumahan Kapling Pengkol

Jl Kayu Tangan 2, No 29

Kec Jepara, Kab Jepara

Jawa Tengah, Indonesia - 59451

 

Staf Administrasi

Call/SMS: 081226888103

metafisika103@gmail.com

PIN BB :79398E99

Whatsapp :081 226 888 103

Yahoo! Messenger

 

 

Konsultan Metafisika

Call/SMS: 081226888106

metafisika106@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

praktik ki sabrang alam di jakarta

 

ki sabrang alam di acara kompas tv

 

Tak Ada Lagi Intimidasi Dari Istri

 

Dahulu saya selalu menjadi bahan ledekan ketika berkumpul dengan teman-teman bisnis. Saya dijuluki bang tigor (seorang suami di acara komedi situasi “Suami-Suami Takut Istri” yang pernah tayang di salah satu stasiun swasta) karena saya saat itu sangat takut pada istri. Saya kerap diomeli oleh istri saya. Setiap saya bepergian, dia selalu mengontrol lewat handphone. Selalu ngomel-ngomel, saya merasa sangat terintimidasi.


Mungkin ketakutan saya itu berasal dari awal pernikahan. Entah kenapa saya bisa jatuh cinta pada seorang gadis kaya raya. Padahal saya seorang pemuda yang berasal dari keluarga biasa-biasa. Ia mungkin mau dengan saya karena saya pintar. Saat pacaran, saya tidak pernah mengeluarkan modal, selalu memakai uangnya. Jelaslah, ia kan anak orang kaya.


Sebenarnya saya sudah agak khawatir dengan hubunganku itu. Ibu juga sudah mengingatkan saya tentang resiko menjalani hubungan yang tidak se level. Namun, akal sehat saya waktu itu berkata lain. Saya bisa memperbaiki kondisi keluargaku dengan aku menikahinya. “Ia kaya, sedangkan aku pintar. Pasti sangat sesuai dan bisa saling melengkapi.” Pikir saya saat itu. Pikiran itu bukan tanpa alasan. Nyatanya dua tahun berpacaran, tidak ada permasalahan apa-apa. Hubungan asmara kami masih baik-baik saja.


Singkat cerita, setelah lulus kuliah kami pun menikah. Kami tinggal di rumah baru yang sudah disediakan oleh orang tuanya. Seluruh kebutuhan keluarga kami dipenuhi. Rumah, mobil, usaha, semua telah disediakan. Waktu itu saya dipercaya untuk mengurus salah satu perusahaan milih ayahnya. Setengah tahun kehidupan rumahtangga kami berjalan normal dan baik-baik saja.


Sampai pada saatnya, entah kenapa. Ia jadi suka mengungkit-ungkit tentang harta yang dulu keluarganya berikan pada saya. Setiap ada percekcokan, selalu hal itulah yang diungkit-ungkit. Bahwa saya dahulu tidak punya apa-apa, semua yang menyediakan adalah ayahnya. Kalau sudah menyinggung tentang hal itu, saya selalu terdiam. “mungkin hal inilah yang dikhawatirkan oleh ibu”. Keadaan seperti itu berlangsung hampir dua tahun pernikahan. Dari situlah awal mula saya dapat julukan “bang tigor”.


Atas dasar keinginan saya untuk bisa selalu dihargai dan tidak disepelekan, maka saya mencari benda bertuah yang dapat mengendalikan istri saya itu. lalu saya dipertemukan dengan situs www.jualkeris.com. Dalam situs itu disediakan berbagai macam keris dengan fungsinya masing-masing. Saya memilih keris Mawar Serenteng untuk menundukkan istri saya itu.


Tuah dari keris itu sangat terbukti ketika sekarang saya tidak mengalami intimidasi lagi dari istri. Ia sekarang patuh dan lebih bisa menghargai saya. Bahkan saat saya minta ijin untuk memperistri satu wanita lagi, ia mengijinkan. Sekarang saya sudah memiliki satu anak laki-laki umur tujuh tahun.

 

Amir Ma’arif

Banten