Pusat Metafisika Asia

Perumahan Kapling Pengkol

Jl Kayu Tangan 2, No 29

Kec Jepara, Kab Jepara

Jawa Tengah, Indonesia - 59451

 

Staf Administrasi

Call/SMS: 081226888103

metafisika103@gmail.com

PIN BB :79398E99

Whatsapp :081 226 888 103

Yahoo! Messenger

 

 

Konsultan Metafisika

Call/SMS: 081226888106

metafisika106@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

praktik ki sabrang alam di jakarta

 

ki sabrang alam di acara kompas tv

 

Sehari-Hari Memanen Uang

 

Dahulu saya adalah petani bawang biasa. Hasil panen saya juga tidak seberapa banyaknya. Tapi untuk kebutuhan keluarga, sudah bisa dibilang cukup. Setiap panen, biasanya sudah ada tengkulak yang menunggu. Harga bawang dari kami para petani masih sangat murah. Karena adanya monopoli perdagangan itulah para petani di daerah kami tidak bisa berkembang pesat alias tidak bisa cepat kaya.


Singkat cerita, saya dipertemukan dengan situs www.jualkeris.com milik Abah Sabrang, Direktur Pusat Metafisika Asia. Dari situ saya diberikan pengetahuan tentang manfaat benda-benda bertuah yang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. “Untuk mendukung kesuksesan dalam kehidupan, seseorang harus memperhatikan aspek lahiriah maupun batiniah kehidupan. Lahir dan batin harus sama-sama mendukung.” Ungkap Abah Sabrang saat itu. Berdasar keyakinan itu, saya memberikan mahar pada salah satu keris koleksi Abah Sabrang, yaitu Keris Pamor Ganggeng Kenyut. Keris itu berfungsi untuk memperlancar aliran rezeki dan keberuntungan diri.  


Sebagai petani bawang, pasti saya sangat ingin memperoleh hasil panen yang memuaskan. Dan itu telah terjadi setelah saya memiliki Keris Pamor Ganggeng Kenyut. Lama kelamaan hasil panen saya meningkat drastis. Namun sayang, pasar saat itu masih dimonopoli oleh para tengkulak. Hal itu membuat saya berfikir untuk mencari cara lain agar petani bawang lebih makmur.


Singkat cerita, secara tidak sengaja saya mendapatkan kontrak dari salah satu perusahaan mie instan besar di Semarang. Dengan kontrak itu saya dipersilahkan untuk mengirim bawang sebanyak yang saya mau dengan harga beli yang sangat lumayan. Dari situlah awal perkembangan kekayaan saya. Dari kontrak itu saya mengkoordinir para petani bawang supaya bawangnya bisa dikirim ke saya saja. Pastinya dengan harga beli yang lebih memakmurkan petani bawang. Para petani bawang pun setuju. Akhirnya bisnis saya itu pun berjalan lancar sampai sekarang.


Tidak hanya itu, bisnis saya terus berkembang seiring lancarnya usaha pengiriman bawang saya. Sekarang saya memiliki berbagai macam bisnis yang setiap harinya menghasilkan uang. Ada lima rumah kontrakan saya miliki di Semarang. Beberapa rumah makan yang tersebar di sepanjang jalan pantura dan beberapa warung internet. Dari situlah asal uang saya.


Meskipun saya hanya di rumah, namun bisnis saya tetap berjalan dan menjadi ladang uang yang sehari-hari dapat saya panen. Terimakasih saya sampaikan pada Abah Sabrang yang telah memberikan bimbingan pada saya. Sekarang, saya bisa memanen uang setiap harinya dan bisa memperbanyak perbuatan-perbuatan sosial.

 

Wahid Budiman

Tegal